Bersama para senior EMQAL (dari kanan setelah saya : Anu, Moosa, Ate Rufie dan Dai Teeka) menentang angin dan hujan salju menuju tempat terdingin di Tricity yaitu Gynia (Poland bagian utara). Masih terasa aneh saat melihat lautan yang membeku dengan balok-balok es yang mengapung di atasnya. Tetapi sepertinya hanya kami yang menikmati pemandangan ini sebab tak terlihat ada pengunjung lain yang datang (^o^)"Turun dari tram menuju Port memerlukan waktu sekitar 30 menit untuk sampai ke pantai. Terlihat banyak burung2 terbang

bebas dan bebek yang berenang di pinggirnya. Mereka masih saja aktif beraktivitas di dinginnya musim ini. Namun, lain halnya dengan sekumpulan kapal yang teronggok beristirahat dengan tenang di tambatannya menunggu musim dingin ini berakhir.Suhu di Gdynia yang sangat dingin membuat sulit untuk melanjutkan perjalanan mengelilingi Port karena kaki menjadi keram dan mati rasa. Akhirnya kedai kopi dan teh menjadi tempat bernaung sementara untuk menghangatkan badan.

Sekedar membandingkan, untuk secangkir kopi kecil disini dihargai 13 zloty atau sekitar 45 ribu rupiah (>>> bisa jadi 9 gelas yaaa klo beli di Indonesia (^o^)..








